Connect with us

Kolom

Berusaha, Berdoa, Lalu Bercermin

Yang menjadi masalah adalah, bagaimana jika kecerdasan sudah kita miliki, demikian pula dengan keberanian dan kenekatan.

Published

on

Penulis : Dr. H. Bulkani, M.Pd*

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang teman bercerita kepada saya , tentang teman lama kami yang membujang. Teman saya tadi telah menasehati teman kami yang membujang tadi dengan 3 kalimat pendek tentang mencari jodoh, yakni : berusaha, berdoa, lalu bercermin. Maksudnya, dalam hal mencari jodoh, hal pertama yang harus dia lakukan adalah berusaha. Jika usahanya terus gagal, maka usaha itu harus dibarengi dengan doa. Dan akhirnya, jika usaha dan doa itupun gagal, maka usaha terakhir yang harus dilakukan adalah ini : bercermin. Walaupun guyonan, atau bahkan sindiran teman tadi dalam konteks pencarian jodoh, tapi ternyata hal itu juga berlaku dalam bidang kehidupan kita yang lain.

Dalam kaitan ini, saya jadi teringat kata-kata jitu pak Jusuf Kalla, yang disampaikan pada saat percobaan aerial  seeding atau penebaran bibit tanaman melalui udara dengan menggunakan helikopter, yang merupakan kegiatan kerjasama Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dengan PT Hutan Amanah Lestari (HAL). PT HAL ini merupakan perusahaan milik Kalla Group yang bergerak di bidang penghijauan dan perkebunan. Beliau mengatakan bahwa, untuk bisa meraih sukses dalam hidup, paling tidak dibutuhkan 4 hal, yakni : Kecerdasan, Keberanian, Kenekatan, dan Doa. Artinya, untuk bisa meraih kesuksesan dalam hidup, seseorang haruslah cerdas, baik cerdas intelektual maupun cerdas emosional dan cerdas sosial. Akan tetapi kecerdasan belumlah cukup jika tidak dibarengi dengan keberanian, khususnya keberanian menghadapi tantangan hidup dan keberanian menghadapi risiko.

Meskipun demikian, kecerdasan dan keberanian belumlah cukup jika tidak dibarengi dengan kenekatan. Dalam era persaingan seperti sekarang, kenekatan dibutuhkan untuk meraih segala kesempatan  yang memungkinkan, karena jika tidak nekat maka kesempatan itu akan diraih orang lain. Menariknya, menurut beliau, cerdas, berani, dan nekat, ternyata juga belum cukup mampu menghantarkan kesuksesan seseorang, jika tidak dibarengi dengan doa. Doa merupakan bentuk penyerahan diri manusia ketika dirasakan usahanya sudah maksimal.

Yang menjadi masalah adalah, bagaimana jika kecerdasan sudah kita miliki, demikian pula dengan keberanian dan kenekatan. Usaha itu juga sudah dibarengi dengan doa, akan tetapi belum juga membuahkan hasil yang kita harapkan ? Maka pertanyaan akhir yang harus kita jawab adalah, sudahkah kita bercermin ?

Bercermin merupakan upaya introspeksi diri. Bercermin merupakan cara kita melihat diri apa adanya. Cermin merupakan media yang mampu memotret diri kita secara obyektif. Jadi, jika segala upaya yang kita lakukan sudah maksimal, sudah dibarengi dengan doa, dan ternyata masih belum mencapai hasil yang diharapkan, maka bercerminlah. Potretlah diri kita, carilah tahu melalui “cermin pikiran” kita, apakah diri kita masih memiliki kekurangan di hadapan orang lain, dan terutama di hadapan Tuhan ? Hasil refleksi itu akan menyebabkan kita memperbaiki diri kita, dan insya Allah Tuhan akan membukakan keberhasilan yang lain untuk kita, amiiin.

(Penulis adalah Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya).

BETANGVOICE.ID hadir sebagai wadah literasi millenial dengan berita dan informasi yang berbeda. Kami berupaya menjawab segala literasi masyarakat. BETANGVOICE.ID diterbitkan oleh PT. Media Opini Kalteng.

Advertisement

Trending