Connect with us

Kolom

Perlu Silaturahim Lagi

Jadi, hampir saja saya dikira pengantennya. Mungkin karena si nenek sudah mulai kabur matanya.

Published

on

Ilustrasi / pixabay.com

Penulis : Dr. H. Bulkani, M.Pd*

Beberapa waktu lalu saya diundang untuk menghadiri acara pernikahan anak kawan saya. Saya sebenarnya diundang untuk menghadiri acara resepsi pernikahan tersebut, artinya diperkirakan saat acara resepsi tersebut, acara nikahnya sudah selesai. Cuma karena perias pengantennya kesasar, maka acara pernikahannya jadi molor. Sehingga saat saya datang, acara pernikahannya belum dimulai.

Lucunya, pada saat saya masuk ruangan acara dan semua tamu sepertinya sudah kumpul karena sedang menunggu pengantin prianya, ada seorang nenek yang bertanya kepada perempuan setengah baya di sampingnya, dan pertanyaannya terdengar oleh saya. Dia bertanya : “Inikah pengantin prianya?” Sontak saya terkejut sambil tersenyum. Perempuan setengah baya di samping si nenek menjawab :”kayaknya bukan”. Lantas ketika disambut oleh sahibul bait, nama dan jabatan saya disebut serta diperkenalkan. “Oh gitu kah?” kata si Nenek, “ternyata yang tadi bukan pengantinnya” kata beliau.

Jadi, hampir saja saya dikira pengantennya. Mungkin karena si nenek sudah mulai kabur matanya.

Tapi yang jelas, orang seperti saya, yang selama Ramadhan sering muncul di TVRI Kalteng menjelang beduk magrib, ternyata masih banyak sekali yang belum kenal. Itulah perlunya silaturahim lagi, silaturahim lagi, terus silaturahim tiada henti. Karena ternyata dunia sangat luas.

(Penulis adalah Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya).

BETANGVOICE.ID hadir sebagai wadah literasi millenial dengan berita dan informasi yang berbeda. Kami berupaya menjawab segala literasi masyarakat. BETANGVOICE.ID diterbitkan oleh PT. Media Opini Kalteng.

Advertisement

Trending