Connect with us

Opini

UM Palangkaraya Siap Menyongsong Center of Excellence

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya sebagai kampus swasta terbesar di Kalimantan Tengah juga mempunyai komitmen kuat untuk menjawab tantangan global.

Published

on

Penulis : Farid Zaky Y, S.Sos., M.Si*

Globalisasi, sebagaimana yang sering disuarakan oleh kamus globals adalah bahwa dunia kini terintegrasi dan terkoneksi satu sama lain dalam lingkungan global yang tanpa batas (boarderless). Sejalan dengan apa yang dikatakan Thomas L. Friedman dalam karyanya The World Is Flat. Dia mengatakan dunia saat ini memasuki era ‘datar’ dimana koneksi antar wilayah di dunia terjalin pada apa yang dia namakan sebagai Kampung Global (Global Village). Dunia datar ditandai dengan munculnya kerjasama dan rantai jaringan seluruh dunia.

Era globalisasi sebagai salah satu karakter dari abad 21 membuka peluang kebebasan kepada segala sektor kehidupan untuk saling mengakses, mempengaruhi, bekerja sama sekaligus saling bersaing. Nilai-nilai perdagangan bebas (free trade) sebagai ruh globalisasi menjelma pada individu, masyarakat, lembaga sampai negara untuk berkompetisi guna memenangkan perebutan kehidupan. Globalisasi merupakan keniscayaan yang tak terhindarkan, mau tak mau, suka tak suka kita kini dihadapkan pada percaturan global di segala lini kehidupan, pun demikian dengan dunia pendidikan tinggi.

Gejala globalisasi pada pendidikan tinggi tercermin pada nilai-nilai kompetisi antar Universitas yang bukan lagi bersaing secara lokal tapi juga global. Menyambut tahun 2018, Kemenristekdikti telah aktif menyuarakan kebijakan, program dan pandangannya, untuk menghadapi Globalisasi Pendidikan dan Revolusi Industri 4.0 (Ristekdikti, 2018). Globalisasi pendidikan ini tercermin juga pada masuknya universitas – universitas luar negeri untuk beroperasi di indonesia. Kebijakan ini memunculkan pro kontra baik d kalangan akademisi maupun masyarakat luas. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meyakini, kehadiran universitas asing tidak akan melemahkan perguruan tinggi swasta (PTS) di dalam negeri. Sebab, keduanya memiliki segmen yang berbeda. Bahkan, kata dia, universitas asing bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia (Merdeka.com, 2018).

Menanggapi hal tersebut, Forum Rektor Indonesia (FRI) meminta pemerintah membatasi izin pembukaan perguruan tinggi asing (PTA) di Indonesia. FRI menginginkan, kampus asing yang diizinkan hanyalah kampus-kampus research university untuk kemudian ditempatkan di daerah-daerah perbatasan Indonesia. Tujuannya tak lain untuk mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia yang belum terolah dengan baik (Republika.co.id, 2018).

Muhammadiyah sebagai organisasi terbesar di Indonesia yang konsisten ber-ijtihad dalam pendidikan merespon kebijakan pemerintah tersebut dengan terus memperkuat branding berkemajuan dalam rangka untuk tetap eksis di era percaturan global. Muhammadiyah zaman now kian gencar menyebarkan nilai-nilai kosmopolitanisme (universalitas) yang menjelma pada internasionalisasi Muhammadiyah.

Internasionalisasi Muhammadiyah

Menurut Prof. Azyumardi Azra, internasionalisasi sendiri harusnya diterjemahkan sebagai keunggulan, dimana keunggulan berarti menjadikan Perguruan Tinggi Muhamamdyah (PTM) sebagai Pusat Inovasi Unggulan (Center Of Excellence). Dengan menjadi Center Of Excellence, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) bisa diakui di tingkat dunia sesuai dengan kualifikasi internasional. Sementara dalam mencapai Center Of Excellence sendiri dibutuhkan beberapa rumusan yang dijadikan langkah strategis. Ada beberapa aspek penting yang harus ditekankan dalam rumusan yang nantinya dijadikan program PTM tersebut.

Pertama, aspek tridarma perguruan tinggi yang terdiri dari pengajaran, penelitian dan pengabdian. Dalam hal pengajaran, sudah seharusnya PTM meningkatkan kualifikasi dosen. Sementara dalam ranah penelitian, Ilmu-ilmu aqliyah dan naqliyah menjadi prioritas dalam rangka misi membangun peradaban islam, selain mengarahkan penelitian untuk inovasi masyarakat dan pengembangan pemikiran melalui lembaga-lembaga otonom sebagai wadah penampungnya. Perlu disadari bahwa hingga hari ini, PTM sebagai transmisi pengetahuan belum sampai pada knowledge reproduction. Untuk menjadikan hal tersebut terwujud, maka PTM harus meningkatkan kualitas riset jadi bukan sekedar pengajaran. Terakhir, di ranah pengabdian, PTM seharusnya lebih mudah dalam mengakomodir pengabdian kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga sosial yang terstruktur di persyarikatan.

Kedua, aspek kelembagaan. Selain menambah jaringan di dalam dan luar negeri harus diperkuat, PTM harus menerapkan prinsip Good Corporate Governance yang kredibel dan akuntabel. Manajemen kelembagaan yang tidak sehat, seperti adanya konflik internal di pimpinan PTM akan berdampak pada penurunan kualitas, karena bagaimanapun kebutuhan administrasi harus dipenuhi dengan baik.

Ketiga, Aspek yang terakhir dan tak kalah penting yakni distingsi. Bahwa, diharapkan masing-masing PTM memiliki distingsi, apa yang membedakan PTM satu dan yang lainnya. PTM harus mengembangkan satu spesialisasi atau ciri khasnya, dengan demikian masyarakat sendiri yang akan mencari. Universitas sekelas Harvard pun memiliki distingsi yang membuatnya didatangi banyak kalangan. Setelah distingsi, kolaborasi antara PTM satu dan yang lainnya penting untuk dikembangkan, karena tidak mungkin internasionalisasi tanpa berelasi.

UMP dan Spirit Berkemajuan

UMP menyongsong peradaban global dengan menerjemahkan spirit Muhammadiyah Berkemajuan ke dalam konsep Center Of Excellence sebagai visi jangka panjang. Visi tersebut diterjemahkan UMP ke dalam misi penguatan dalam hal koneksi jaringan internasional melalui Kantor Urusan Internasional (KUI). KUI dibentuk untuk mengupayakan internasionalisasi UMP dengan melakukan pengembangan usaha kerjasama dalam berbagai jenis program dengan pihak institusi atau lembaga di luar negeri; pengembangan pelayanan terstandarisasi aktivitas internasional bagi mahasiswa dan staf asing, seperti pelayanan penerimaan, proses ijin tinggal mereka, dan proses ijin perpanjangan tinggal, pengembangan materi promosi yang dapat mempermudah pengenalan universitas dan program studi di dunia internasional, serta menjadi sumber informasi mengenai studi lanjut di luar negeri, beasiswa, penelitian dan kolaborasi dengan pihak luar negeri untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan, pendidikan dan pembelajaran.

UMP sebagai kampus swasta terbesar di Kalimantan Tengah juga mempunyai komitmen kuat untuk menjawab tantangan global. UMP telah melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi di beberapa negara seperti Michigan State University (East Lansing, Michigan, USA), Monash University (Australia), Holmesglen Institute (Melbourne, Australia), Victoria University (Melbourne, Australia), Kyung Dong University (KDU) di Korea Selatan, Xiaozhuang University di Nanjing (Tiongkok, Cina), University of Hawaii (Hawaii, Amerika), The Best Medical University in Taiwan, National Taipei University of Nursing and Health Sciences (Taipei, Taiwan ROC), Hsing Wu University (Cina), National Yunlin University of Science and Technology (Yunlin, Taiwan), Chia Nan University of Pharmacy and Science (Taiwan), Taipei University of Marine Technology (Taipei, Taiwan), National Quemoy University (Kinmen, Taiwan), Fathoni University (Thailand), Borneo Nature Foundation (BNF).

Dalam percaturan global yang kian sengit UMP tetap konsisten memegang teguh prinsip Act Locally, Think Globally. UMP gencar menjalin kerjasama dengan masyarakat internasional, pun demikian di dalam konteks lokal UMP terus amanah menjaga ekspektasi masyarakat Kalimantan Tengah. Dewasa ini UMP kian menjadi pusat perhatian masyarakat dan menjadi patokan utama ketika bicara isu-isu publik semisal sosial, ekonomi, politik dan kesehatan di ranah lokal Kalimantan Tengah. UMP juga terus eksis mendorong para elite Kalimantan Tengah untuk mengarusutamakan politik santun dan berkemajuan dalam kontestasi politik lokal. Pencapaian ini tidak semata-mata muncul begitu saja, tapi merupakan hasil yang dituai dari komitmen kuat UMP dalam mencetak alumni yang berkarakter dan juga didukung oleh komitmen kuat dari civitas akademika UMP dalam membudayakan prestasi baik bagi dosen maupun mahasiswa. Fastabiqul Khoirot!

Penulis :

Farid Zaky Y, S.Sos., M.Si

Dosen FISIPOL UMP & Peneliti Muda pada Institute of Regional Development & Political Studies (IRDEPoS)

BETANGVOICE.ID hadir sebagai wadah literasi millenial dengan berita dan informasi yang berbeda. Kami berupaya menjawab segala literasi masyarakat. BETANGVOICE.ID diterbitkan oleh PT. Media Opini Kalteng.

Advertisement

Trending