Connect with us

Kolom

Ramadhan, Seminar dan Nyoblos Pilpres di Malaysia

Nama saya Rakhdinda Dwi Artha Qairi. Akrab dipanggil Artha. Lahir di Sungai Pasir, 24 Agustus 1991. Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah

Published

on

Selamat berjumpa kembali sahabat BVer. Sesi ini saya ingin berbagi sedikit tentang perjalanan Ramadhan, Seminar dan Nyoblos di Negeri Jiran. Tiga serangkaian peristiwa itu mempunyai arti dan pengorbanan yang tidak sedikit bagi saya. Kenapa? Yaa karena memang membutuhkan pengorbanan dan usaha yang cukup gigih untuk bisa sampai ke negeri Jiran Malaysia.

Nama saya Rakhdinda Dwi Artha Qairi. Akrab dipanggil Artha. Lahir di Sungai Pasir, 24 Agustus 1991. Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah adalah sebuah desa pesisir di Laut Jawa. Desa kecil yang memiliki banyak kekayaan alam diantaranya hamparan sawah dan hamparan tambak ikan Bandeng. Sebuah desa yang tenang dengan penduduk yang ramah.

Baik sahabat BVer, langsung saja, ini cerita perjalanan saya.

Foto bareng Bro Coi depan KBRI KL, usai pencoblosan / Doc. Artha

Mencoba apply seminar di luar negeri

Sebagaimana mimpi banyak mahasiswa dan anak muda, maka saya pun memilki hasrat yang sama.

Saya dan seorang sahabat yang sekarang menjadi pimpinan media di Kalimantan Tengah, Bro Choirul Fuadi. Akrabnya saya panggil Bro Coi.

Pada tahun 2014, kami berburu event seminar di luar negeri, semata-mata hanya untuk merasakan sensasi keluar negeri dan suasana seminar di luar negeri.

Malaysia menjadi pilihan kami waktu itu. Why? Jelas dong, karena budaya dan bahasanya tidak terlalu jauh. Dan juga banyak tiket promosi untuk flight kesana. Ini menjadi alasan kuat, ditambah pula Malaysia juga tergolong negara yang maju. Jadi, sekali dayung dua tiga pulau terlewati.

Mau berangkat, udah isi Google Form, tapi uangnya dari mana?

Masalah yang terjadi kepada para mahasiswa yang biasanya cukup dikhawatirkan biasanya pada bagian ini.

Terlebih kami mahasiswa dengan kantong rata. Tapi kami tak kehilangan akal, dengan percaya diri penuh dan dibantu jaringan yang luas, kami bisa mendapatkan donatur untuk tiket. Artinya udah nutup banget. Sisanya tinggal penginapan dan transport dan konsumsi di jalan. Syukurnya kami punya sedikit tabungan, akhirnya itu menjadi solusi kami dalam mengatasi masalah tersebut. Apakah itu? Iya, memecahkan Ayam Jago tempat parkir. Uang tabungan maksudnya.

Bertepatan dengan Ramadhan

Penulis kurang ingat persis waktu itu hari keberapa Ramadhan, tapi pastinya itu bulan Ramadhan. Dan posisi kami menyewa hostel di sekitaran Bukit Bintang, selain karena murah (berdasarkan beberapa referensi di internet) juga di sana lumayan ramai wisatawan. Tentu ini alasan kami walau kami tidak menyadari bahwa di sana banyak hiburan malamnya. So Far, kami coba enjoy.

Dan uniknya ketika kami mencoba mencari masjid untuk tarawih, setelah kami berkeliling pada malam pertama, akhirnya kami menemui dari kejauhan semacam lantai dasar sebuah bangunan para jamaah baru menyelesaikan tarawihnya, itupun setelah kami keliling berkali-kali dan kaki sakit banget. Karena waktu itu menggunakan sepatu pantofel. Jadilah kaki melepuh dan sakit banget.

Menjelang agak malam sekityar pukul 11 malam. Kami mencari makan malam sekaligus sahur di KFC (Kentucky Fried Chicken). Apakah ada bedanya KFC disana dengan di Indonesia? Menurut saya ada, seingat saya di tempat kami makan tersebut selain ada ayam goreng dan nasinya juga ada semacam kuah supnya. Paduan yang sempurna untuk dompet yang acikiwir alias rata.

Lain Lubuk Lain Ikan

Saat saya sedang rebahan di kamar Hostel. Hostelnya berbentuk ranjang bertingkat dan kita bisa dapat kawan dari berbagai belahan dunia (backpaker tentunya) juga menjadi salah satu keunikan tersendiri, seperti saya mendapatkan teman bicara dari Afrika dan Brazil. Lain halnya dengan teman saya Bro Coi yang malah ketemu orang Sumatera, Adit namanya yang lagi liburan.

Jadilah kami wara-wiri bersama Adit ini kemana-mana, selain ia ramah, baik, ia juga punya banyak uang. Kami sangat tersantuni. Walaupun beberapa tahun kemudian saya bertemu secara tak sengaja dengan Adit di Peninsula Hotel Jakarta, waktu itu saya sedang mengikuti acara KEMENPORA dan beliau mengikuti acara BPJS Kesehatan.

Di hostel ini saya dapat semacam peristiwa yang gak bisa dilupakan. Waktu itu malam hari jam 9 malam, lampu room hostel kami sudah dimatikan, beberapa penghuninya udah mulai rebahan dan ada yang main gawai, saya dan satu teman Afrika ngobrol. Tiba-tiba ada satu dari China ngomelin kami, samar-samar dia kayak marah ke kami dan keluar kata-kata Annoying (menggangu) ke arah kami. Langsung saja saya respon bergumam dengan ucapan pelan “Bepandernye Gemetmah tu bah, mane ade mengganggu die, ape-ape die ni?” yang kalau diartikan ke bahasa Indonesia kurang lebih “Ngomong udah pelan, gak ada ganggu juga, kenapa sih? “.

Saya bukan membela diri, tapi kami ngomongnya memang pelan dan bukan yang berisik. Belakangan saya memaknai hal itu, barangkali jadikan pelajaran untuk memaknai perbedaan budaya. Lain Lubuk Lain Ikan. Begitu kira-kira.

Jokowi Vs Prabowo di KBRI KL

Tanggal 4 Juli 2014 adalah hari berkesan bagi kami. Pesawat itu membawa kami terbang jauh melintasi mimpi kami, hingga kali pertamanya kaki ini menapakkan kaki di Negeri Jiran.

Malaysia adalah negara luar pertama yang saya tapaki, saya yakin belahan dunia lain semakin terbuka kelak untuk saya datangi di masa depan.

Saat tiba di KL, ada banyak decak kagum saya, rupanya inilah kota yang selama ini banyak saya lihat gambarnya di jejaring dunia maya. Finally.

Tanggal 5 Juli 2014, Aquaria Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), kami para peserta dari berbagai belahan negara berkumpul untuk masuk di tempat kegiatan. Seperti biasa antri dan tinggal menunjukkan “barcode” saja, kami pun bisa masuk dengan mudahnya ke acara.

Di acara tersebut, seingat saya posisi duduk seperti kita menonton di biokop, berundak makin tinggi ke belakang dan pemateri di tengah. Dan disediakan pula beberapa marchindise.

Nama kegiatan seminarnya adalah Young Entrepreneur Conference 2014 yang mana dihadiri berbagai anak muda dari berbagai negara.

Dan di hari itu juga kita mencoblos untuk pilpres 2014. Guys, ini yang spesial karena mencoblos di Malaysia. Tinggal datang ke KBRI dan nunjukin Paspor.

Sampai sini dulu sahabat BVer. Akan saya lanjutkan dengan perjalanan lainnya. See You Today For Tomorrow. Tonton video Young Entrepreneur Conference 2014.



BETANGVOICE.ID hadir sebagai wadah literasi millenial dengan berita dan informasi yang berbeda. Kami berupaya menjawab segala literasi masyarakat. BETANGVOICE.ID diterbitkan oleh PT. Media Opini Kalteng.

Advertisement

Trending