Connect with us

Kolom

Sebuah Resume Sekolah Keluarga, Ayah Bunda Bagaimana Peranmu?

Ibu sebagai madrasah pertama dan Ayah sebagai kepala madrasahnya. Seperti Nabi Ibrahim contohkan bahwa sosok ayah selaku kepala madrasah menjadi penentu arah akan tugas pengasuhan.

Published

on

Gambar ilustrasi / Pixabay License – Untuk digunakan gratis.

Oleh : Eni Sulistiya (Panitia Good Family)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hello Good parents and to be. Perkenankan saya berbagi dalam bentuk tulisan apa yang sudah Ustadz Bendri Jaisyurrahman sampaikan, jika ada kurang lebihnya mohon maklum dan mohon koreksinya yaaa.

Acara Good Family adalah seminar parenting yang dilaksanakan oleh Ma’had Al Qur’an Andalusia bekerjasama dengan Komunitas Cinta Anak Palangka Raya, Minggu (19/01) di Aula Asrama Haji jalan G. Obos Palangka Raya. Baca infonya : Yukk Ikut! Sekolah Keluarga Bareng Guru Parenting dan Penulis Buku FatherMan

Keluarga merupakan pondasi utama terbentuknya suatu karakter bangsa dan agama. Keluarga idaman adalah keluarga yang mampu berkumpul tidak hanya di dunia namun hingga ke surgaNya (At-Thuur : 21)

Baca juga : Ustadz Ajo Bendri: Kunci jadi ayah atau ibu adalah belajar ilmunya

Lalu….

Bagaimana upaya suatu keluarga dalam mencetak generasi cerdas berakhlak mulia agar kelak berkumpul di surgaNya? Tentu Pondasinya adalah kedua orang tua. Ibu sebagai madrasah pertama dan Ayah sebagai kepala madrasahnya. Seperti Nabi Ibrahim contohkan bahwa sosok ayah selaku kepala madrasah menjadi penentu arah akan tugas pengasuhan. Mau dibawa kemana anak kita? Semua tergantung visi dan misi seorang ayah. Sedangkan ibu selaku pelaksana cuma mengikuti garis-garis besarnya.

Seperti dikutip dari anakku.net bonding atau sering disebut kelekatan atau attachment  adalah ikatan emosional yang menetap yang kuat, bertimbal balik antara anak dan orang tua dan berperan penting pada kualitas hubungan selanjutnya.

Sehingga sudah jelas yang menjadi incaran iblis dan setan dalam sebuah misi merusak generasi adalah merusak pola asuh kedua orang tuanya terlebih dahulu. Anak tidak lagi mau jalan bareng orang tua Karena tidak adanya kenyamanan dan bonding antara anak dan orang tua. Rujukan anak bukan lagi orang tua tapi dunia dan zamannya yang membuat mereka bangga. Itulah mengapa terkadang nasehat orang tua tidak lagi mampu merasuk pada jiwa anak karena tidak adanya kedekatan diantara keduanya.

Ayah…

Ayah tugasmu bukan hanya mencari nafkah, tapi hadirnya figurmu dalam keluarga sangat memiliki peran penting dalam meraih dan menjaga berkah bukan hanya sakinah, mawaddah dan Rahmah.

Seperti apa berkah itu? Kebaikan yang terus bertambah, keburukan yang berkurang hingga menghilang. Hadirnya seorang ayah menjadi pelopor kebaikan dalam keluarga seyogyanya menjadikan keluarga itu utuh dari semua sisi, duniawi juga ukhrowi.

Superman is dead but fatherman is still alive.

Jadikan sholat sebagai tolak ukur keharmonisan keluarga dan pengasuhan kita. Sebab dasar keberkahan selain iman dan taqwa, juga menegakkan sholat, harta yang halal menjaga diri dari dosa besar (durhaka kepada orang tua, sombong terhadap sang khaliq).

Sehingga dari sini kita bisa memiliki tolak ukur ketika anak kita bisa disebut mandiri adalah kita sudah tidak lagi kita suruh atau bertanya sudah sholat atau belum.

Tentu untuk mendapatkan hasil kemandirian butuh proses sedari dini (rajin mengajak anak-anak ke majelis ilmu, masjid dan kajian-masjid agar anak-anak terbiasa mendengar hal-hal yang positif).

Jika ada suatu masalah pada anak maka bukan justifikasi yang mereka perlukan tetapi tanya sebabnya, beri solusi, usap kepalanya sebagai wujud kasih sayang dan doakan anak di depan mereka agar mereka juga belajar arti menghargai dan kasih sayang juga kepedulian kita akan dirinya.

Satu hal lagi dan yang tidak kalah berpengaruhnya dalam keberkahan keluarga adalah keharmonisan pasutri (cara berkomunikasi ayah dan bunda) biasakan menulis kebaikan pasangan agar suatu saat ketika pasangan berbuat salah kita bisa kembali membuka kebaikan-kebaikkannya dan tidak meninggalkan bekas amarah yang mendalam.

Tentu dalam hal komunikasi ini sangat penting sekali dalam pemilihan waktu dan kalimat yang baik. Kapan baiknya membicarakan suatu persoalan, dan bagaimana kalimat yang cocok untuk disampaikan.

Dan kamu ayah….

Anak-anak membutuhkan figurmu sebagai seorang suami yang penyayang, seorang ayah yang selalu hadir di waktu yang tepat.

Maka cukup sangat jelas kalimat pembuka dalam buku FATHERMAN. Anak tidak membutuhkan ayah yang sempurna, anak membutuhkan ayah yang senantiasa meningkatkan kualitas dirinya.

Salam. Bersama di dunia, berkumpul kembali hingga di surgaNya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

BETANGVOICE.ID hadir sebagai wadah literasi millenial dengan berita dan informasi yang berbeda. Kami berupaya menjawab segala literasi masyarakat. BETANGVOICE.ID diterbitkan oleh PT. Media Opini Kalteng.

Advertisement

Trending